Sosok

Amir Hamzah, Tengku (1911-1946)

2010-07-06


Sastrawan Pujangga Baru

Tokoh Indonesia 28/02/2009: Amir Hamzah lahir sebagai seorang manusia penyair pada 28 Februari 1911 di Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara. Ia seorang sastrawan Pujangga Baru. Pemerintah menganugerahinya Pahlawan Nasional. Anggota keluarga kesultanan Langkat bernama lengkap Tengku Amir Hamzah Indera Putera, ini wafat di Kuala Begumit, 20 Maret 1946 akibat revolusi sosial di Sumatera Timur.Selengkapnya..

  • Edisi Cetak Terbaru


Adat

Mangalehen dan Manabalkon Marga

2010-01-12

(Bukti Halak Kita Sangat Inklusif)
Oleh : K. Mahadan

Marga pada hakikatnya adalah nama cikal bakal suatu kelompok kerabat dalam suku Batak, Karo, Angkola dan Mandailing (Halak kita) berdasarkan garis keturunan laki- laki (ayah).
Nama cikal bakal itu kemudian diwarisi secara turun menurun. Jadi marga boleh dikatakan adalah dibawa lahir.

Pada prinsipnya, satu marga berarti bersaudara. Saudara kandung seayah pasti semarga. Cucu dari anak laki- lakiseseorang yang bermarga Harahap, misalnya secara alamiah juga mendapatkan marga Harahap.

Namun, adat Halak Kita juga sangat terbuka (inklusif). Sekalipun pada prinsipnya marga adalah soal pertalian darah, adat juga membuka peluang bagi orang dari luar Halak Kita untuk mendapatkan marga. Tentu saja dengan aturan adat tersendiri.

Inilah salah satu keluwesan adat batak untuk melestarikan adat istiadatnya. Biasanya perkawinan orang Batak adalah perkawinan boru tulang (anak perempuan dari adik/ kakak laki-laki dari ibu kita) dengan anak namboru (anak laki- laki dari adik/ kakak perempuan ayah kita). Ada saatnya, Halak kita menikah degan orang non- Halak Kita. Bahkan, makin kemari pergaulan makin menasional dan mengglobal di Nusantara ini makin banyak terjalin perkawinan antar- suku.

Nah, apabila terjadi perkawinan antara Halak Kita akan menunjukan adat terbaiknya. Disini terlaksanakanlah pelestarian adat- istiadat secara alamiah. Salah satu segi adat yang tampak adalah pemberian marga bagi yang bukan Halak Kita.