Sosok

Amir Hamzah, Tengku (1911-1946)

2010-07-06


Sastrawan Pujangga Baru

Tokoh Indonesia 28/02/2009: Amir Hamzah lahir sebagai seorang manusia penyair pada 28 Februari 1911 di Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara. Ia seorang sastrawan Pujangga Baru. Pemerintah menganugerahinya Pahlawan Nasional. Anggota keluarga kesultanan Langkat bernama lengkap Tengku Amir Hamzah Indera Putera, ini wafat di Kuala Begumit, 20 Maret 1946 akibat revolusi sosial di Sumatera Timur.Selengkapnya..

  • Edisi Cetak Terbaru


Syiar

Apa Sih, Ekonomi Syariah Itu..?

2009-08-26

Masih banyak orang awam yang masih bertanya- tanya tentang apa sebenarnya ekonomi syariah itu. Keadaan ini tidak saja berlaku bagi umat Islam tetapi juga mereka yang bukan Islam. Bukan saja mereka yang tidak belajar ilmu ekonomi bahkan mereka yang sarjana ekonomi sendiripun belum tentu memahami apa itu ekonomi syariah.

Sebagaimana diketahui sekarang ini kita memakai sistem kapitalis. Sistem ekonomi sosialis sudah dianggap gagal karena mereka yang menerapkannya sudah meninggalkannya dan terbukti tidak mampu mencapai tujuan dari suatu sistem ekonomi yaitu kesejahteraan sosial. Saat ini sistem kapitalisme dihadapi oleh situasi yang sama dengan sistem sosialis karena ternyata proses pencapaian kesejahteraan masyarakat tidak juga tercapai bahkan semakin jauh dari tujuan.

Walaupun tidak dapat di sangkal kalau yang ingin dicapai adalah kesejahteraan individu orang tertentu sistem ini sudah dapat dikatakan tujuan tercapai kendatipun dalam konteks sempit yaitu kesejahteraan materil.

Sistem ekonomi dimaksudka untu dapat mengatur kebutuhan manusia melalui proses penciptaan barang dan jasa yang dibuuhkan manusia. disini terlibat institusi negara, korporasi/ perusahaan, dan Individu. Dalam Sistem kapitalis penciptaan barang da jasa yang dibutuhkan manusia diserahkan inisiatifnya kepada pemilik modal (capitalis) dengan berbagai keistimewaan. Buruh dianggap sebagai faktorproduksi yang harus tunduk kepada kepentingan kapitalis. Dalam sistem kapitals ukuran keberhasilan adalah materi atau kekayaan atau lebih spesifik lagi adalah uang.

Uanglah yang menjadi central dari semuanya, uang juga merupakan kekayaan yang paling diminati dan paling mudah dikonversikan untuk mendapatkan kebutuhan manusia. Karena Previlage yang diberikan kepada kapitalis ini maka sang kapitalis semakin makmur dan bahkan karena sifat nafsu kemanusiaanya atau "ekonomic animal"nya atau sifat keserakahannya semakin meningkat.

Perusahaan sebagai intitusi kapitalis menjadi sebuah kekuatan bahjkan kekuatan di dalam negara yang menguasai negara, kekuasaan dalam level internasional yang menguasai dunia melalui lembaga- lembaga dunia. Kapitalis menenetukan siapa ppemenang pemilu presiden, gubernur, senat, bupati, DPR dan sebaginya. Bahkan John Perkins menamakannya Corporacracy dan orang Medan menamakannya "Hepeng Do Na Mangatur Dunia On" Uang yang mengatur dunia ini. Situasi inilah yang terjadi sehingga kita salut kepada kebenaran ungkapan Sir John Acton : Power tends to corrupt dan absolute pwer corrupt absolutely. kekesuasaan yang dimiliki seseorang akan cenderung melakukan tindak korupsi dan kekuasaan penuh dimana tidak ada yang mengawasi dan ditakutinya pasti, sekali lai pasti akan melakukan tndak pidana korupsi.

Jadi korupsi adalah bagian sistemik dari sistem kapitalis.Kekuasan dan kekuasaan bisa diraih dengan uang. Akibatnya yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin, kemudian berdampak pada munculnya berbagai masalah sosial yang berbagai dampak negatif lainnya yang mengakibatkan tidak ada link antara dunia dengan akhirat.

Berbagai dampak negatif dan berbagai gejolak sosial yang timbul antara lain : hilangnya rasa kasih sayang, kerusakan lingkungn alam, habitat binantang dan biosphere terancam, kesenjangan kaya dan miskn semakin melebar, ketidak adilan semakin luas, liberalisation sex, maraknya pornografi dan porno aksi yang semakin terbuka dan lembaga pernikahan semakin hilang kemudian menimbulkan HIV/ AIDS, konflik sosial meningkat dan kriminalitas meningkat.

Berbeda konsep, filosofi dan sistem ekonomi kapitalis, sistem ekonomi Islam mengakui adanya Tuhan, adanya kehidupan yang lebih kekal setelah dunia, mengutamakan nilai- nilai moral, tidak semua bebas tapi ada batasan- batasan tertentu, lebih menekankan pada kepentingan sosial dan bersama tanpa membedakan antara penganutnyadan bukan penganutnya. Pola hubungan antar ihak didasarkan pada kerjasama bukan persaingan individu.

Kemiskinan mestinya tidak ada dalam kamus islam karena diingatkan bahwa mereka yang mengabaikan orang miskin bahkan bukan itu saja mereka yang "tidak menganjurkan" untuk memperhatikan orang miskin termasuk golongan pendusta agama islam.

Oleh karena itu maka dapat dipastikan situasi "kemiskinan struktural" atau kemiskinan luar biasa itu pasti tidak ada dalam kamus ekonomi syariah, karena dalam islam kekayaan berfungsi sosial, buka milik mutlak private dan jika sangat dibutuhkan masyarakat lain hak penguasa bisa lepas tentu dengan aturan yang jelas.

Dalam Ekonomi syarah, tidak boleh kekayaan hanya bergulir dikalangan orang kaya saja. Trickle down effect bila perluharus dipaksa dan dalam sistem ekonomi islam (misalnya zakat, infaq, shadaqah, wakaf, dan pajak) proses itu berasal dalam "built in system" dan merupakan "edogenous Factor" dalam sistem ekonomi bukan exogenous atau dari luarnya.

Dalam islam, Tuhan menjamin rezeki manusia. Semua di alam ini sudah tersedia begitu luas dan begitu banyak rezeki yang dilimpahkan-Nya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia bila dikelola dan didistribusikan dengan baik. Pemerintah, individu dan semua sistem yang ada adalah sebagai wakil atau amanat Tuhan seyogyanya berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan amanat Tuhan ini yaitu " rezeki manusia dijamin".

Islam sebagai "way of life" yang mengatur semua segi kehidupan juga memiliki filosofi dan konsep ekonomi yang sesuai dengan tuntutan Allah dan dipraktekan oelh Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya. output dari penerapa ekonomi berdasarkan tuntutan Allah SWT ini telah membuktikan lahirnya masyarakat madani yang marhamah material dan spiritual. Sehingga Quran meneyebutnya sebagai "khoiro ummat, ummatan washatan". Apakah kita masih bisa mewujudkan masyarakat seperti ini..?