SosokRatu Opera Batak dari Tiga Dolok boru batak Zulkaidah br Harahap2010-03-09
|
SyiarRumah Allah2009-06-25
Masjid yang berjarak 10 Km dari Kota Padangsidempuan ini memiliki halaman parkir yang luas. Selain itu, disisi kanan masjid ada taman bunga yang mampu memberikan kesejukan batin bagi siapa saja yang melihatnya. Ditengah taman terdapat tiga buah tenda yang sengaja disediakan bagi para musafir yang ingin beristirahat.
Dibawah tenda utama (lebih besar dari dua tenda lainnya) terdapat beberapa bangku dan meja plastik untuk beristirahat. Sementara di bawah dua tgenda lainnyatersedia air panas gula, teh, kopi, dan cangkir untuk membuat kopi atau teh manis bagi siapa saja yang ingin minum the atau kopi. Kesemuanya itu bisa dinikmati secara gratis.
Kemudian tersedia juga toilet bagi para musyafir. Pembuatan toilet khusus ini dimaksudkan agar setiap musafir merasa aman dan nyaman, karena tidak akan merasa khawatir akan kehilangan apabila sedang buang air kecil atau buang air besar.
Masjid yang pembangunannya menelan biaya sekitar Rp. 2,5 Miliar ini brdiri diatas tanah sekitar 2000 meter. Luas bangunannya 25x30 meter. Untuk menjagakebersihannya, mesjid ini diurus atau dirawat dua orang pegawai. Satu untuk mengurus bagian dalam masjid dan satunya lagi untuk bagian luar, seperti taman dan lapangan parkir.
Menurut warga setempat, masjid ini adalah milik masyarakat, namun biaya pembangunannya ditanggung oleh Pardamean Pasaribu, seorang pedagang emas sukses di Medan dan Tarutung. Pardamean sendiri berasal dari Desa Pargarutan.
Sesungguhnya Masjid Raya Babur Rahmat telah banyak menyedot perhatian masyarakat. Pada tahun 2007 lalu, masjid itu berhasil meraih juara 1 lomba kebersihan lingkungan rumah ibadah (masjid) se- Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke- 62.
Selain itu, bis- bis malam sering juga berhenti disini. Bis ALS jurusan Medan- Panyabungan atau Medan- Kotanopan, misalnya, para supirnya sering menghentikan bisnya disini untuk memberikan kesempatan para penumpangnya untuk shalat subuh.
“Bukan hanya bis, mobil- mobil pribadi pun sering berhenti disini untuk shalat,”kata seorang warga yang baru saja selesai sholat ashar. Oleh karena itu, kata dia, warga desa sendiri sangat aktif menjaga kebersihan dan keamanan di sekitar lingkungan masjid.* JOHN VOITH.
BERITA LAINNYA
|