Sosok

Ratu Opera Batak dari Tiga Dolok boru batak Zulkaidah br Harahap

2010-03-09

Ngeri-ngeri sedap! Itulah ungkapan cerdas sarat makna dari Zulkaidah br Harahap (60), mantan maskot opera Batak pimpinan Tilhang Gultom pada 1960-an hingga awal 1970-an. Konteks ucapan Zulkaidah br Harahap, yang amat populer dengan panggilan boru Harahap itu, sebetulnya sederhana. Bahwa, menjadi seniman tradisi seperti yang ia geluti selama ini ternyata penuh dinamika. Suka dan duka kerap berjalan beriring. Jarak yang memisahkan keduanya pun terkadang begitu tipis meski di lain waktu bisa begitu jauh merentang; ibarat bumi dan langit. Apalagi ketika nasib opera Batak yang ia geluti sejak tahun 1963 kini sudah lebih dari dua dekade mati suri. Zulkaidah pun dipaksa menerima kenyataan jauh lebih Selengkapnya..

  • Edisi Cetak Terbaru


Berita Daerah

Pemkot Padangsidempuan Semangat Pendidikan Salumpat Saindege

2008-06-05

Usia kota ini masih tergolong muda. Dibentuk pada tahun 2001 sebagai Pemerintahan Kota (Pemkot). Penduduk lebih kurang 174.004 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,90 persen. Masyarakatnya, masih relatif religius. Mayoritas penduduknya 90,50 persen beragama islam. Sedangkan 0,50 persen lagi beragama Kristen, Budha serta aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam kehidupan sehari-hari, kerukunan hidup antara umat beragama tetap terjaga dan tertata dengan baik. Keharmonisan ini dilakukan untuk mencapai visi sebagai kota yang mampu mewujudkan masyarakat yang sejahtera dilandasi semangat salumpat saindege.
Dengan segenap kemampuan dan potensi yang dimilikinya, Kota Padangsidimpuan ingin mewujudkan visinya. Pemkot Padangsidimpuan telah menyusun Restra dan Properda untuk menciptakan masyarakat yang andal, kekuatan pemerintah yang solid dan terpercaya, keamanan dalam masyarakat yang tertib, tingkat perekonomian yang semakin baik.

Untuk itu, Pemkot Padangsidimpuan telah menyusun prioritas pembangunan. Seperti pembangunan perbaikan infrastruktur, peningkatan kulaitas sumber daya manusia (masyarakat dan aparatur) serta melengkapi sarana dan prasarana pendukung lainnya yang dianggap perlu.

Menurut walikota Padangsidimpuan, Drs. H. Zulkarnaen Nasution, maju-mundurnya suatu daerah tergantung dari kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Artinya, peningkatan kualitas SDM hanya bisa dilakukan melalui dunia pendidikan. Baik itu pendidikan yang sifatnya formal dan in-formal serta tak kalah pentingnya pendidikan agama. Dengan penerapan pendidikan tersebut maka terbentuk manusia yang berkepribadian tinggi, berakhlak mulia, jujur, berpotensi dalam merealisasikan pembangunan tersebut.

Langkah awal yang dilakukan oleh Pemkot Padangsidimpuan berupa penambahan jumlah sekolah-sekolah baru untuk tingkat TK, SD, SMP dan SMA. Kemudian, Pemkot Padangsidimpuan juga merenovasi sejumlah gedung-gedung sekolah, melengkapi sarana dan prasarana pendidikan, pengadaan meubelair sekolah, membangun perguruan tinggi negeri dan merangsang tumbuhnya perguruan-perguruan tinggi swasta lainnya.

Saat ini aset pendidikan berupa gedung sekolah tercatat TK sebanyak 13 unit negeri dan swasta, tingkat SD, MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) dan swasta sebanyak 91 unit, setingkat SLTP, MTs negeri dan swasta 34 unit, sekolah lanjutan 36 unit dan Perguruan Tinggi negeri dan swasta sebanyak 10 unit.

Dari jumlah tersebut dapat dibuktikan Pemkot Padangsidimpuan begitu antusias dalam memajukan dunia pendidikan untuk mencetak sumber daya manusia handal. Satu hal yang patut dibanggakan kota Padang sidimpuan tahun 2004 telah meraih peringkat pertama dalam persentase kelulusan tertinggi sekolah se-Sumatra Utara.

Selain itu juga dilakukan kegiatan belajar-mengajar di luar jam sekolah, ekstrkilikuler, seperti kursus bahasa asing, kursus komputer dan lain-lain. Kegiatan ekstra ini juga di tempuh untuk peningkatan mutu SDM.
Bahkan pendidikan dan pelatihan juga diberikan pada masyarakat umum guna perbaikan potensi ekonomi dan tingkat kesejahteraan. Dari beberapa kegiatan yang sudah dilakukan, terlihat dampak yang signifikan, terutama terhadap tingkat pendapatan per keluarga makin meningkat. Selain itu, digelar juga pelatihan dan pendidikan manajemen kepemimpinan perempuan se-Kota Padangsedimpuan serta pelatihan dan pendidikan industri rumah tangga.

Dengan mengadakan kegiatan seperti itu, lanjut Zulkarnaen Nasution, diharapkan akan terbentuk manusia yang mandiri dan siap bersaing di era globalisasi seperti yang akan dihadapi pada masa-masa yang akan datang. Pendidikan kilat (diklat) juga diberikan pada masyarakat kota Padangsidempuan. Dari sejumlah kegiatan yang dilaksanakan, hasilnya telah dinikmati masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Diklat ini berupa diklat elektronik, diklat menjahit, bordir sulam, pertanian dan sebagainya.