Sosok

Amir Hamzah, Tengku (1911-1946)

2010-07-06


Sastrawan Pujangga Baru

Tokoh Indonesia 28/02/2009: Amir Hamzah lahir sebagai seorang manusia penyair pada 28 Februari 1911 di Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara. Ia seorang sastrawan Pujangga Baru. Pemerintah menganugerahinya Pahlawan Nasional. Anggota keluarga kesultanan Langkat bernama lengkap Tengku Amir Hamzah Indera Putera, ini wafat di Kuala Begumit, 20 Maret 1946 akibat revolusi sosial di Sumatera Timur.Selengkapnya..

  • Edisi Cetak Terbaru


Berita Daerah

Kebun Binatang Medan Sangat Memprihatinkan

2010-03-09

Siapa menyangka Kebun Binatang Simalingkar Medan, Sumut, yang selama ini sangat dibangga-banggakan warga di kota itu, kini kondisinya serba memprihatinkan. Kebun binatang yang memiliki luas 40 hektare dan dibangun pada tahun 2004 itu, tampaknya benar-benar sangat menyedihkan dan bahkan kurang begitu diperhatikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan.Hal ini dapat dilihat dari bangunannya yang tidak terawat dan sudah banyak yang rusak. Bahkan, pagarnya sudah banyak yang bolong karena sudah tua, dan pintunya pun pada terlepas. Kebun binatang kini hanya dihuni beberapa jenis satwa. Kalau hal ini terus dibiarkan dan tidak secepatnya diperbaiki, dikhawatirkkan satwa buas seperti Harimau Sumatera yang ada di lokasi itu akan lepas dari kandangnya dan dapat menyerang pengunjung.

Salah seorang warga Medan, Novia (38) mengatakan, ia tidak menduga sama sekali kebun binatang yang dikunjunginya pada hari Kamis, (1/1) dan tepatnya pada Tahun Baru 2009 itu, benar-benar tidak terawat dan kurang mendapat sentuhan dari tenaga yang profesional. Dengan demikian, kebun binatang yang cukup luas dan alamiah itu tak ubahnya seperti di dalam hutan yang sebenarnya, tidak begitu mengesankan bagi warga yang berkunjung. Kebun binatang itu sendiri berjarak sekitar 5 Km dari arah timur Kota Medan. Selain itu, kandang satwa di kebun binatang itu pun juga tampak menyedihkan, tidak sehat, dan airnya juga sangat kotor. "Jadi wajar saja, tahun lalu satu ekor gajah dan singa mati di lokasi kebun binatang itu, diduga karena sakit dan kurang mendapat perawatan dari pihak pengelola," katanya. Oleh karena itu, menurut dia, Pemko Medan perlu memperhatikan secara serius dan mengeluarkan biaya dari APBD untuk perawatan kebun binatang satu-satunya di kota berpenduduk dua juta jiwa lebih itu. "Kebun binatang tersebut tidak hanya berfungsi untuk sekedar hiburan atau objek wisata bagi warga Medan, melainkan juga untuk kepentingan bagi pendidikan anak SD, SLTP dan SLTA," kata Novia yang juga mantan dosen di salah satu PTS di Medan.

6.400 pengunjung
Dari hasil pemantauan, para pengunjung yang datang ke kebun binatang pada Tahun Baru 2009 cukup membeludak, diperkirakan mencapai ribuan orang. Para pengunjung itu bukan hanya warga Medan, melainkan juga dari Binjai, Langkat, Deli Serdang, Sibolga, Padang Sidempuan dan daerah lainnya. Bahkan, juga ada beberapa orang warga Jakarta, Bandung, Surabaya, Kaltim, Makassar dan daerah lainnya. Sebelumnya, kebun binatang tersebut berada persis di tengah Kota Medan, yakni di Kampung Baru, Jalan Brigjend Katamso di kota itu. Namun, sekarang lokasinya dipindahkan ke Simalingkar. Kebun binatang itu memiliki 40 karyawan. Penghuninya antara lain lima ekor harimau sumatera, dua ekor gajah, tiga ekor buaya, 8 ekor siamang, dua ekor ular, enam ekor landak, 3 ekor burung merak, tiga ekor kambing hutan, delapan ekor rusa besar, dan lima ekor rusa kecil. Sebelumnya, ada satu ekor singa, namun sudah mati, diduga karena kurang mendapat perawatan dari petugas kebun binatang.
"Sebenarnya, satwa yang ada di kebun binatang itu tidak memiliki daya tarik lagi, karena binatangnya tidak ada yang bertambah dan hanya itu-itu saja, sangat membosankan," ujar seorang pengunjung. Namun, yang sangat menarik di lokasi itu adalah suasana alamiah yang seperti berada kawasan hutan sebenarnya, dan udaranya juga dingin seperti di Kota Brastagi.
Selain itu, ada pula permainan menarik, seperti melintas menggunakan tali yang diikatkan ke badan, langsung terjun dari tempat ketinggian menuju ke lokasi yang rendah.

Kegiatan olahraga tersebut, tak ubahnya seperti seorang pendaki gunung yang terjun dari puncak yang tinggi menuju ke sungai. Bagi peminat hiburan ini juga dikutip bayaran Rp15.000 per orang. Sedangkan hiburan lainnya di kebun binatang itu adalah menunggang kuda dan naik dokar atau sado yang mengelilingi kebun binatang tersebut. Ini juga dikutip bayaran mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000. Kepala Tata Usaha Kebun Binatang Medan, Maulana Hutabarat, mengatakan, pengunjung pada Tahun Baru 2009 lumayan ramai. Menurut dia, ribuan pengunjung itu datang dari berbagai daerah di Sumut, dan ada juga yang berasal dari Pulau Jawa. Kalau pada hari libur biasa seperti Minggu, katanya, para pengunjung hanya mencapai 50 hingga 70 orang. "Setiap bulan, pihak pengelola kebun binatang itu terus merugi dan nombok. Ya, beginilah nasib yang kami alami selama empat tahun belakangan ini," kata Hutabarat. Dia menjelaskan, kerugian yang dialami dalam pengelolaan kebun binatang itu adalah biaya makan untuk satwa setiap bulan mencapai Rp30 juta. Sementara pendapatan dari penjualan tiket hanya berkisar Rp25 juta per bulan. "Untung saja masih adanya subsidi silang yang diperoleh dari hasil sewa gudang milik Pemko Medan di Jalan Kayu Putih. Kalau tidak ada bantuan tersebut, entah bagaimana nasib kebun binatang ini," katanya.
(ANT / Munawar Mandailing)www.beritadaerah.com