Berita Daerah
Gubsu : Pengembangan Cadangan Pangan Diarahkan ke Desa
2010-10-14
Tapi, keberhasilannya harus juga diukur dari capaian dan produktivitas masyarakat di pedesaan. Karena, indikator penting dari keberhasilan ketahanan pangan, baru benar-benar tercapai bila masyarakat di pedesaan juga ikut merasakannya.
Demikian diutarakan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Syamsul Arifin SE pada peringatan Hari Pangan se Dunia ke 30 tingkat Provinsi Sumut di halaman Kantor Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut Jalan AH Nasution Medan, Kamis (30/9).
“Memperkuat pengembangan cadangan pangan di pedesaan perlu dilakukan dengan memperkuat peran pemerintah desa sehingga menjadi lebih optimal menampung aspirasi masyarakat di pedesaan,” ucap Gubsu.
Acara bertemakan “Kemandirian Pangan untuk Memerangi Kelaparan” itu dihadiri Bupati Serdang Bedagai HT Erry Nuradi, Wakil Bupati Deli Serdang Zainuddin Mars, unsur pimpinan DPRD dan muspida Sumut, serta sejumlah kepala badan/dinas/instansi se Sumut.
Menurut Gubsu, memperkuat peran pemerintah desa, juga akan meningkatkan fungsi dan peran badan permusyawaratan desa, dan perangkat desa untuk mencapai program Gerakan Masyarakat Mandiri Pangan (Gema Pangan). Karenanya, upaya mencapai hal tersebut harus dilakukan dengan sinergitas antara pemerintah provinsi, kabupaten dan kota hingga pemerintahan desa.
“Integrasi fungsi berbagai lembaga penyuluhan juga penting untuk efektivitas penyelenggaraan Gema Pangan. Sehingga tujuan Rakyat Tidak Lapar yang menjadi visi misi kami bersama Wakil Gubernur Gatot Pujo Nugroho di Sumut ini, akan dapat diwujudkan,” jelasnya.
Upaya mewujudkan Rakyat Tidak Lapar, diakui Gubsu telah menjadi komitmen seluruh pemerintah daerah (pemda) se Sumut. Hal ini ditandai dengan penandatangan kesepakatan bersama Gubernur dengan Bupati/Walikota se Sumut yang diimplementasikan melalui Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2009 tentang Gema Pangan, serta Peraturan Gubernur Nomor 41 Tahun 2010 tentang Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal.
Kedua pergub ini mengacu kepada amanat Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal. Yakni menurunkan konsumsi beras 1,5 persen per tahun, dan meningkatkan Pola Pangan Harapan (PPH) dari 84 pada tahun 2009 menjadi 94 pada tahun 2014. “Untuk Sumut, PPH kita targetkan mencapai skor 93 pada tahun 2013 nanti,” ungkap Syamsul.
Dikesempatan itu, Gubsu juga memastikan pihaknya akan memberikan apresiasi tinggi kepada siapapun yang berkomitmen dan berjasa secara nyata dalam pembangunan ketahanan pangan di Sumut. “Kita akan berikan piala award bidang ketahanan pangan dengan nama ‘Wiratama Pangan Award” kepada mereka yang berjasa,” tegas mantan Bupati Langkat dua periode itu.
Penghargaan
Di acara itu, Kabupaten Serdang Bedagai di bawah pimpinan Bupati HT Erry Nuradi kembali terpilih sebagai aparat kelembagaan pemda terbaik untuk program peningkatan ketahanan pangan tahun 2010 di Sumut, disusul Kabupaten Deli Serdang di tempat kedua.
Sedangkan kategori kelompok masyarakat/kelembagaan PKK, juara pertama diraih Kelompok Wanita Tani Semangat dari Desa Sei Silau Timur, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, dan tempat kedua dari Kelompok Mekar Sari dari Desa Galang Suka, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang.
“Untuk ketegori kelompok masyarakat, peringkat pertama akan diberikan Dana Pembinaan Rp10 juta, dan peringkat dua menerima dana pembinaan Rp5 juta,” timpal Setyo Purwadi, Ketua Panitia Peringatan Hari Pangan se Dunia ke 30 tingkat Provinsi Sumut. (Zullifkar AB)
Juara I
Gubernur Sumut Syamsul Arifin menyerahkan Piala Juara Pertama Ketahanan Pangan Sumut 2010 kepada Bupati Serdang Bedagai HT Erry Nuradi, Kamis (30/9) di halaman Kantor Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut Jalan AH Nasution Medan.
http://www.sumutprov.go.id/