Sosok

Ratu Opera Batak dari Tiga Dolok boru batak Zulkaidah br Harahap

2010-03-09

Ngeri-ngeri sedap! Itulah ungkapan cerdas sarat makna dari Zulkaidah br Harahap (60), mantan maskot opera Batak pimpinan Tilhang Gultom pada 1960-an hingga awal 1970-an. Konteks ucapan Zulkaidah br Harahap, yang amat populer dengan panggilan boru Harahap itu, sebetulnya sederhana. Bahwa, menjadi seniman tradisi seperti yang ia geluti selama ini ternyata penuh dinamika. Suka dan duka kerap berjalan beriring. Jarak yang memisahkan keduanya pun terkadang begitu tipis meski di lain waktu bisa begitu jauh merentang; ibarat bumi dan langit. Apalagi ketika nasib opera Batak yang ia geluti sejak tahun 1963 kini sudah lebih dari dua dekade mati suri. Zulkaidah pun dipaksa menerima kenyataan jauh lebih Selengkapnya..

  • Edisi Cetak Terbaru


Berita Daerah

Kebun Binatang Medan Sangat Memprihatinkan

2010-03-09

Siapa menyangka Kebun Binatang Simalingkar Medan, Sumut, yang selama ini sangat dibangga-banggakan warga di kota itu, kini kondisinya serba memprihatinkan. Kebun binatang yang memiliki luas 40 hektare dan dibangun pada tahun 2004 itu, tampaknya benar-benar sangat menyedihkan dan bahkan kurang begitu diperhatikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan.Hal ini dapat dilihat dari bangunannya yang tidak terawat dan sudah banyak yang rusak. Bahkan, pagarnya sudah banyak yang bolong karena sudah tua, dan pintunya pun pada terlepas. Kebun binatang kini hanya dihuni beberapa jenis satwa. Kalau hal ini terus dibiarkan dan tidak secepatnya diperbaiki, dikhawatirkkan satwa buas seperti Harimau Sumatera yang ada di lokasi itu akan lepas dari kandangnya dan dapat menyerang pengunjung.
Selengkapnya..

Sumut Jadi Pusat Kluster Industri Nasional

2010-02-02

Prospek kemajuan Simalungun itu diungkapkan Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurti bersama Menteri Perindustrian MS Hidayat saat mencanangkan pembangunan kluster industri berbasis pertanian dan Oleochemical di Sumut bertempat di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut di Medan, Rabu (27/1). Setelah dari Sumut, kluster industri serupa akan dikembangkan ke Sumbar, Sumsel, Kalbar, Kalsel, Kaltim (dua lokasi), Sulawesi hingga Papua.

Dihadapan Gubsu Syamsul Arifin, unsur Muspida Sumut, Bupati Simalungun HT Zulkarnain Damanik, Dirut PTPN III Amri Siregar, para stakeholders bidang perkebunan sawit se Sumut dan undangan lainnya, Bayu menjelaskan
pencanangan proyek dimaksud pada lahan PTPN III seluas 104 Hektare (Ha) awalnya, dan secara bertahap ditingkatkan menjadi 600 Ha hingga 3.000 Ha akhirnya, diyakini akan mendorong kemajuan pertanian dan
produksi sawit Sumut dari sektor CPO dan nasional di masa depan.
Selengkapnya..

ANGGARAN KEGIATAN PARIWISATA SUMUT RP14,1 MILIAR

2010-01-12

"Anggaran untuk promosi dan kegiatan pariwisata 2010 sebesar Rp14,1 miliar dan diharapkan ada tambahan lagi dari PAPBD. Dengan bertambah besarnya anggaran promosi, Sumut berupaya meningkatkan kunjungan wisman maupun wisatawan nusnatara," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut, Hj.Nurlisa Ginting, di Medan, Rabu.

Tahun ini, menurutnya kunjungan wisman ditargetkan bisa di sekitar 200.000 orang dari target tahun 2009 sebesar 175.000 orang setelah pada 2008 kunjungan wisatawan asing sejumlah 151.000 orang.

Untuk mencapai target kunjungan wisman itu, Disbudpar bersama pengusaha industri pariwisata dan pemerintah kota/kabupaten sudah mengagendakan sejumlah kegiatan yang diyakini bisa menarik minat kunjungan wisatawan asing seperti pertemuan kelompok vegetarian se Asia Tenggara di Medan, dan arung jeram di Asahan.
Selengkapnya..

Banjir di Madina

2009-10-11

Banjir bandang yang menerjang enam desa di Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Banjir ini terjadi akibat meluapnya Sungai Sulang Aling yang merupakan anak Sungai Batang Gadis, sungai terbesar di Kabupaten Madina. Banjir dilaporkan mencapai ketinggian 2 meter di enam desa di Kecamatan Muara Batang Gadis, masing-masing Desa Rantau Panjang, Lubuk Kapungdung I, Lubuk Kapungdung II, Salibaru, Tagilang, dan Desa Manuncang Julu.

Untuk mencapai enam desa tersebut, dua rute yang harus dilalui harus menggunakan jalan darat serta melewati sungai.Untuk sampai ke wilayah bencana membutuhkan waktu perjalanan 10 sampai dengan 14 jam dari ibu kota Kabupaten Madina, Panyabungan. Dari ibu kota Sumut,Medan,ke Panyabungan membutuhkan waktu tempuh 10 jam. Pada perjalanan darat banyak terdapat tanjakan yang sangat terjal.Dari perjalanan darat harus disambung dengan memakai kendaraan air atau perahu melalui Sungai Batang Gadis. Padahal dalam kondisi banjir,arus sungai sangat deras.

Saat terjadi banjir bandang, hampir semua warga sedang tertidur lelap. Beberapa hari terakhir, hujan turun dengan derasnya di enam desa tersebut, begitu juga di wilayah hulu yang mengakibatkan debit air bertambah. Air sungai yang sangat deras tersebut turun ke hilir membawa potongan-potongan kayu sehingga diduga kayu tersebut ikut menghantam rumah warga. Sebagian besar rumah warga yang berada di sisi sungai hanyut terbawa arus. Tingginya debit sungai dipicu hujan deras yang turun sepekan di sebagian wilayah Madina.

[Berbagai Sumber, NB]

Potensial Madina Belum Tergarap Serius

2009-08-25

Mandailing Natal terkenal sebagai penghasil karet dan kulit manis, tetapi apakah Madina hanya akan dikenal sebagai penghasil karet dan kulit manis..? jawabannya tergantung atas potenis yang belum tergarap.

Keberadaan Madina yang berbatasan dengan Samudra Hindia memberikan keberuntungan tersendiri. Pantai sepanjang 170 Klilometer memiliki potensi besar yang belum digarap dengan serius.

peluang usaha perikanan laut masih terbuka. Di pantai barat untuk menyebut Kecamatan Batahan, Natal, dan Muara Batang Gadis juga terdapat usaha sarang Burung Walet. Keberadaanya memberikan kontribusi yang cukup besar. Tahun 2002 kontribusi sarang burung walet Rp. 1,750 miliar atau sekitar 27 persen PAD

Usaha industri di Madina masih didominasi industri kecil dan menengah, seperti industri makanan dan kerajinan. Perkembangan industri yang dimaksudkan memberi nilai tambah pada komoditas pertanian yang belum mampu berbicara banyak. Apalagi dalam APBD yang dialokasikan untuk sektor industri hanya 0,3 persen dari total belanja pembangunan Rp. 112,9 miliar. Lain halnya dengan sektor perdagangan yang tahun 2004 dialokasikan dana pembangunan, Rp. 10,6 miliar.

Keberdaan Madina harus dioptimalisasikan dengan melihat berbagai sektor pembangunan yang ada bisa dimulai dari sektor pariwisata dan lain sebagainya.