Laporan Khusus
Nilai Impor Sumatra Utara Turun 27,8 Persen
2010-03-09
Nilai impor Sumatra Utara 2009 turun 27,80 persen menjadi 2,666 miliar dolar AS dengan penurunan terbesar terjadi pada pupuk 71,45 persen dan plastik serta barang dari plastik 31,75 persen. Sama dengan penurunan ekspor, turunnya nilai impor itu juga merupakan dampak dari krisis global. Nilai mpor Sumut pada 2008 sebesar 3,696 miliar dolar, kata Kepala BPS Sumut, Alimuddin Sidabalok, di Medan, Senin. Tahun lalu, nilai impor pupuk tinggal 141,844 juta dolar dari 2008 yang mencapai 496,887 juta dolar, sementara plastik dan barang dari plastik menjadi 80,218 juta dolar dari 117,543 juta dolar. Dari 10 golongan barang utama impor Sumut, sembilan kelompok mengalami penurunan. Hanya impor karet dan barang dari karet yang naik hanya 2,52 persen.
Impor bahan bakar mineral misalnya turun 17,04 persen menjadi 575,389 juta dolar, sementara mesin/peralatan listrik anjlok 19,72 persen menjadi 264,821 juta dolar AS. Turunnya nilai impor membuat perdagangan internasioal Sumut masih bisa tetap surplus sebesar 3,703 miliar dolar, meski ekspor pada 2009 juga turun 30,13 persen menjadi 6,471 miliar dolar. Sementara itu pengusaha kelapa sawit Sumut Rinto Gunari mengatakan, tahun lalu petani sawit melakukan aksi mengurangi penggunaan pupuk untuk tanaman mereka akibat kesulitan keuangan.
Meski harga jual tandan buah segar (YBS) sawit tren menguat tahun lalu, namun petani mengalami kesulitan keuangan karena biaya hidup yang membengkak akibat semua harga kebutuhan pokok naik tajam akibat krisis global. Meski harga menguat, penjualan TBS tahun lalu juga terbatas akibat panen yang tidak maksimal sebagai dampak cuaca. Pengurangan pemupukan bukan hanya terjadi pada tanaman sawit, tetapi terlihat di tanaman lain. Jadi Tidak heran, kalau kemudian impor pupuk turun cukup besar, katanya. (if/I/ant)www.beritadaerah.com