SosokAmir Hamzah, Tengku (1911-1946)2010-07-06
|
Laporan UtamaPohon Jarak Potensi Energi di Lahan Kritis2009-10-11
Tetapi, dari pada berlalu begitu saja, sekaranglah saat paling tepat melirik tumbuhan bernama latin jatropha curcas linneaus ini. Dulu, ketika pergantian hari belum begitu terasa, tumbuhan yang banyak ditanam untuk pagar ini hanya diperhitungkan sebagai tumbuhan liar. Dan saat itu, jauh sebelum gas jadi primadona, hasilnya dinilai belum cukup ekonomis. Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia masih berlimpah. Konsep Bahan Bakar Nabati (BBN) pun, mungkin masih terpendam di ujung jempol kaki. Belum lama ini, karena makin disadari sebagai tanaman yang bandel, dapat hidup di tanah gersang sekalipun, pohon jarak diperhitungkan juga sebagai solusi reboisasi hutan gundul, karena itu pohon jarak lebih menjanjikan. Sebagai sumber energi, minyak jarak yan termasuk kategori tanaman racun memang masih kurang menguntungkan, minyak sawit yan dapat di campur solar (dengan komposisi 5% : 95%) pun sudah dipasarkan Pertamina sebagai BBN dengan nama biosolar. Pohon jarak masih lebih kurang kompetitif (menguntungkan) lagi jika dibudidayakan dilahan subur- lahan yang cocok untuk tanaman jenis lain yang lebih ekonomis. Tetapi justru karena buahnya termasuk racun serta mudah tumbuh tanpa perawatan dan pupuk ekstra dilahan gersang, pohon jarak dipercaya akan menjadi sumber utama energi alternatif. Sebaliknya, karena dijadikan juga sebagai bahan makanan, seperti mentega dan lain-lain, harga minyak sawit pasti lebih tinggi. Sekarang, setelah sekian banyak kajian menghasilkan sejumlah temuan baru, potensi jarak tampak semakin menggiurkan. Apalagi kalau rekayasa dan sentuhan bioteknologi juga menghasilkan pengadaan bibit pohon jarak yang lebih unggul, umpamanya kandungan minyaknya lebih banyak, tentu akan menggoda petani dan pelaku sektor industri.
BERITA LAINNYA
|