Sosok

Amir Hamzah, Tengku (1911-1946)

2010-07-06


Sastrawan Pujangga Baru

Tokoh Indonesia 28/02/2009: Amir Hamzah lahir sebagai seorang manusia penyair pada 28 Februari 1911 di Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara. Ia seorang sastrawan Pujangga Baru. Pemerintah menganugerahinya Pahlawan Nasional. Anggota keluarga kesultanan Langkat bernama lengkap Tengku Amir Hamzah Indera Putera, ini wafat di Kuala Begumit, 20 Maret 1946 akibat revolusi sosial di Sumatera Timur.Selengkapnya..

  • Edisi Cetak Terbaru


Laporan Utama

Sumut Manfaatkan Zona Penangkapan Ikan Melalui Satelit

2008-06-06

Sumatera Utara tercatat sebagai provinsi pertama di Indonesia yang memanfaatkan fasilitas pengindaraan jarak jauh atau Zona Penangka­pan Ikan (ZPI) dengan teknologi satelit yang akan membantu peningkatan kesejahteraan nelayan dan menyukseskan program agro­marinepolitan yang dicanangkan kepala negara beberapa waktu lalu. Kepala Bappeda Sumut, Drs. RE Naing­golan, MM mengatakan, pemanfaatan fasili­tas yang disediakan LKBN ANTARA itu adalah bagian dari kepedulian dan upaya gubernur Rudolf M Pardede mengangkat harkat dan martabat kehidupan nelayan dan keluarga mereka di daerah itu dengan meningkatkan hasil tangkapan.

Mengupayakan kehidupan nelayan yang bermartabat itu telah menjadi bagian dari fokus perhatian Rudolf M Pardede sejak "naik pangkaf' dari orang kedua menjadi orang per­tama di Sumut, selain program agropolitan yang sama-sama dicanangkan Presiden SBY. Nainggolan menambahkan, Sumut memiliki panjang pantai 1.300 kilometer dengan potensi perikanan tangkap sebesar 1.352.920 ton, dan dari potensi tersebut yang baru bisa dimanfaatkan hanya 25,33 persen atau 342.653 ton dengan total Rumah Tangga Perikanan (RTP) penangkapan di laut sebanyak 30906 RTP. Fasilitas ZPI dibutuhkan karena perobahan iklim secara global telah mempengaruhi siklus hidup ikan di laut dengan kawasan penangkapan (fishing ground) semakin jauh dari jangkauan nelayan sehingga dibutuhkan biaya yang besar untuk BBM dan waktu melaut yang lama," katanya.

Menurut dia, berdasar kondisi itu, nelayan tidak mengetahui secara pasti lokasi gerombolan ikan dan harus mengadu nasib dengan berlayar "kesana-kemari" yang beresiko memperbesar biaya BBM, membuang banyak tenaga dan waktu dengan sia-sia. Untuk mengatasi masalah itu serta meningkatkan volume hasil tangkapan, maka Gubernur Rudolf M Pardede melakukan terobosan dengan memanfaatkan teknologi mod­ern (satelit) yang secara teknis dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumut. Sesuai teknologi pengindaraan jarak jauh yang disediakan IMO-ANTARA akan diketahui lokasi keberadaan ikan, dan informasi itu disampaikan pada nelayan dengan cepat setiap hari.

Nainggolan mengatakan pula bahwa pemanfaatan awal teknologi ini belum langsung memperlihatkan hasil signifikan karena tahun anggaran 2007 DKP masih menyiapkan berbagai infrastruktur dan memberikan pernahaman luas pada nelayan, karena itu hasil maksimal akan bisa dicapai pada tahun anggaran 2008. Sementara itu, ahli dari IMO-ANTARA, Imam Budiman, mengatakan,teknologi yang mereka pergunakan telah teruji berdasar hasil ujicoba yang dilakukan di Indramayu, Jawa Barat, Pesisir Selatan, Sumatera Barat dan ujicoba lain juga akan dilakukan di Jambi. Hasil ujicoba teknologi ini di Indramayu ter­bukti bisa menaikan produk hasil tangkapan dari 1.458.082 kg pada tahun 1999 menjadi 2.757.792 kg pada 2000 dengan nilai jual yang juga mengalami kenaikan serta waktu melaut lebih singkat dan BBM yang digunakan semakin sedikit.

Sementara ujicoba di Pesisir Selatan pada peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun 2006 juga terbukti jarak melaut nelayan semakin pendek dan lama melaut yang sebelumnya satu minggu menjadi sehari serta hasil tangkapan berlipatganda puluhan kali lipat, katanya. Menurut Wakil Kepala DKP Sumut, Ir.H.M.Natsir Sibarani, MM, persiapan pe­manfaatan fasilitas hasil kerjasama dengan LKBN ANTARA itu telah dilakukan sejak be­berapa bulan lalu antara lain mensosialisasikannya kepada nelayan yang tergabung dalam HNSI, Forum Koordinasi Pengelolaan Pemanfaatan Sumberdaya Ikan (FKPPS), pemilik tangkahan dan stake holder lainnya.

Para peserta sosialisasi yang telah dilaksanakan di Tanjung Balai dan Medan antara lain berasal dari kota Medan, Tanjung Balai, Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai dan Kabupaten Asahan dengan jumlah yang masih ratusan dibanding puluhan ribu RTP, katanya. Ia menambahkan bahwa pihak IMO-ANTARA hari Kamis (13/12) sudah mulai melakukan pemasangan peralatan penerimaan informasi di kantor DKP Sumut dan selanjutnya menyusul di Tanjung Balai, Belawan dan Sibolga, kendati melalui jaringan lain LKBN ANTARA telah mengirimkan data tentang lokasi gerombolan ikan sejak awal pekan ini."

BERITA LAINNYA