Sosok

Ratu Opera Batak dari Tiga Dolok boru batak Zulkaidah br Harahap

2010-03-09

Ngeri-ngeri sedap! Itulah ungkapan cerdas sarat makna dari Zulkaidah br Harahap (60), mantan maskot opera Batak pimpinan Tilhang Gultom pada 1960-an hingga awal 1970-an. Konteks ucapan Zulkaidah br Harahap, yang amat populer dengan panggilan boru Harahap itu, sebetulnya sederhana. Bahwa, menjadi seniman tradisi seperti yang ia geluti selama ini ternyata penuh dinamika. Suka dan duka kerap berjalan beriring. Jarak yang memisahkan keduanya pun terkadang begitu tipis meski di lain waktu bisa begitu jauh merentang; ibarat bumi dan langit. Apalagi ketika nasib opera Batak yang ia geluti sejak tahun 1963 kini sudah lebih dari dua dekade mati suri. Zulkaidah pun dipaksa menerima kenyataan jauh lebih Selengkapnya..

  • Edisi Cetak Terbaru


Laporan Utama

Jordan Jajaki Impor Minyak Goreng, Kopi dan Rempah dari Sumut

2010-02-02

Enam perwakilan dagang Jordan itu, yakni Kamal Hamawi (Ketua Jordan-Indonesia Business Council), Farez
Hamawi, Yosef M, Bilal Anani, dan Mamud Tunjunan dibawa langsung Dubes RI di Amman, Zainal Bahar Noor bertemu Gubsu Syamsul Arifin didamping sejumlah staf serta staf Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut di
ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut di Medan, Selasa (26/1).

Dalam pertemuan, terjadi dialog cukup serius yang membahas peluang bisnis antar ke dua wilayah. Menurut Gubsu, Sumut dengan jumlah penduduk hampir mencapai 14 juta, saat ini sangat diminati para pebisnis dari manca negara, khususnya Cina. Karena, prospek investasi di
daerah ini bisa berkembang antara 1.000 sampai 1..500 persen pada 15 hingga 20 tahun ke depan.

“Prediksi sejumlah investor asal Cina itu sudah terbukti dengan adanya bantuan Islamic Developmen Bank (IDB) senilai Rp225 miliar untuk pengembangan Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Belawan. Karenanya, kami berharap investasi di Sumut ini tidak hanya dari Cina yang kini sangat dominan jumlahnya, tetapi juga dari negara-negara Timur Tengah khususnya Jordan,” ucap Gubsu.

Kepala Kadin Sumut Irfan Mutyara menambahkan, kerja sama dagang kedua wilayah saat ini sudah diikat
dengan perjanjian nota kesepahaman bersama antar Kadin Sumut dengan Jordan-Indonesia Business Council). Dengan perjanjian ini, maka pengusaha kedua wilayah bisa saling negosiasi impor atau ekspor.

“Dengan adanya perjanjian ini, Jordan bisa mendistribusikan produk-produk impor asal Sumut ke negara-negara Arab lainnya. Sementara Sumut sendiri akan memperoleh kelebihan uang minyak Jordan yang selama ini hanya singgah di Malaysia dan Singapura,” jelasnya.

Dubes RI di Amman, Zainal Bahar Noor juga mengaku, selama ini modal para pengusaha dari negara tersebut
sangat sedikit masuk ke Sumut. Nilainya hanya sekian persen dari kebanyakan yang singgah di Malaysia dan Singapura.

“Makanya, dengan perjanjian kerja sama ini, termasuk akan digelarnya eksebisi Indonesia di Amman
mulai Juni – November, maka sekitar 100 lebih pengusaha kedua belah pihak akan berinteraksi untuk saling menjajaki peluang bisnis ke dua negara. Dan ini menjadi entry poin untuk prospek di masa depan,” katanya.

www.sumutprov.go.id