SosokAmir Hamzah, Tengku (1911-1946)2010-07-06
|
EditorialHati dan Berfikir2008-11-29
Pemikir dari Shiraz, menulis Abhar Al-Asyiqin (melati para kekasih) bahwa "demikian pula antara kamu dan hati". Itulah soalnya, siapa yang hatinya bersih? Seperti dikutip Sachiko Murata dalam The Tao of Islam, Abu Tholib Al Maliki misalnya, telah menulis Out Al Qulub (makanan Hati) yangsangatbesarpengaruhnya dalam tradisi intelektual sufi (Seno 111). Siapa yang hatinya bersih? Nabi menjawab: dia adalah yang tertaqwa, tidak dendam, tidak iri (Ibnu Majah, Zuhud 124). Begitu juga dengan berpikir, berpikir adalah proses indah dan perlu dengan hati. Dengan perpikir secara hati, kita akan lebih hatihati, begitu juga dengan hubungan manusia dengan sesama ataupun dengan tuhan-Nya, bisa diselamatkan oleh keterbukaan yang berarti tidak berhenti kepada suatu kesimpulan yang juga berarti tidak berhenti kepada suatu kesimpulan akhir. Lalu, apa hubungan hati dengan berpikir? Andalah yang lebih tahu.
BERITA LAINNYA
|