Sosok

Baharuddin Aritonang

2010-02-02

Anggota BPK, penulis buku Orang Batak Naik Haji (2002), ini adalah lulusan Fakultas Farmasi UGM (1980), Apoteker (1981), Program In Public Health, SCSU, Hamden, CT, USA (1991-1992) dan Magister Ilmu Hukum USAKTI (2004). Sebelumnya, pria kelahiran Padangsidempuan, 7 November 1952, ini menjabat Anggota Komisi IX (Keuangan dan Perbankan) DPR RI dari Partai Golkar, tahun 2001 s/d 2004.

Mengecap pendidikan SR dan SPM di daerah kelahirannya Padangsidempuan, lulus tahun 1964 dan1967. Kemudian melanjut ke SAA Medan, tahun 1970 dan SMA Bandung, tahun 1972. Selanjutnya kuliah di Fakultas Farmasi UGM, lulus tahun 1980, dan Apoteker, tahun 1981. Kemudian dia mengikuti Program In Public Health, SCSU, Hamden, CT, USA, tahun 1991 – 1992. Tahun 2004, dia meraih Magister Ilmu Hukum dari USAKTI.
Selengkapnya..

  • Edisi Cetak Terbaru


Laporan Utama

Jordan Jajaki Impor Minyak Goreng, Kopi dan Rempah dari Sumut

2010-02-02

Enam perwakilan dagang Jordan itu, yakni Kamal Hamawi (Ketua Jordan-Indonesia Business Council), Farez
Hamawi, Yosef M, Bilal Anani, dan Mamud Tunjunan dibawa langsung Dubes RI di Amman, Zainal Bahar Noor bertemu Gubsu Syamsul Arifin didamping sejumlah staf serta staf Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut di
ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut di Medan, Selasa (26/1).

Dalam pertemuan, terjadi dialog cukup serius yang membahas peluang bisnis antar ke dua wilayah. Menurut Gubsu, Sumut dengan jumlah penduduk hampir mencapai 14 juta, saat ini sangat diminati para pebisnis dari manca negara, khususnya Cina. Karena, prospek investasi di
daerah ini bisa berkembang antara 1.000 sampai 1..500 persen pada 15 hingga 20 tahun ke depan.
Selengkapnya..

Gubsu Salurkan DIPA APBN dan DPA APBD Sumut

2010-01-12

“Para pengelola anggaran harus lebih amanah dengan mematuhi aturan berlaku sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujarnya pada penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD Sumut 2010 kepada kantor daerah atau satuan kerja (Satker) kementerian Negara/ Lembaga, Pemkab dan Pemko se-Sumut, Kamis (7/1) di Aula Martabe Kantor Gubsu.

DIPA yang diterima Gubsu dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Senin (4/1), itu disalurkan langsung oleh Gubsu kepada masing-masing pimpinan pengelola anggaran di Sumut termasuk Bupati dan Walikota atau wakilnya.

Namun ada 11 bupati dan walikota atau wakilnya yang tidak hadir, melainkan hanya mengirim Sekda atau staf, sehingga DIPA untuk daerah itu tidak dapat diserahkan pada kesempatan ini. Padahal bupati dan walikota dari 22 daerah lainnya hadir langsung di acara itu.

Ke-11 bupati/walikota atau wakilnya yang tidak hadir itu Walikota Tebing Tinggi Abdul Hafis Hasibuan, Walikota Pematang Siantar RE Siahaan, Bupati Toba Samosir Mangindar Simbolon, Bupati Madina Amru Helmi Daulay, Pj Bupati Nias Selatan Fahusa Laia, Pj Bupati Nias Barat Fadehusi Daeli, Pj Bupati Nias Utara Toloaru Hulu, Bupati Toba Samosir Monang Sitorus, Bupati Dairi Johny Sitohang Adinegoro, Walikota Sibolga Sahat Panggabean dan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen.
Selengkapnya..

Meninggalnya Ayahanda Mertua dari Zainulbahar Noor

2010-01-05

Laporan Khusus

Minat Orang Sumut Masuk Perguruan Tinggi Masih Rendah

2010-02-02

Rendahnya minat orang Sumut masuk perguruan tinggi itu diakui Gubsu Syamsul Arifin pada acara pertemuan
dengan rektor/ketua/direktur/yayasan PTS se Kopertis Wilayah I NAD-Sumut di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut di Medan, Selasa (12/1).

Di acara yang dihadiri Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) KH Muhammad Nuh itu, Syamsul melalui Koordinator Kopertis Wilayah I NAD-Sumut, Prof Zainuddin menyebutkan bahwa di daerah itu ada sedikitnya 234 PTS dan tiga PTN.

“Ini (memacu minat) tantangan bagi dunia pendidikan Sumut ke depan. Karena masih banyak orang Sumut yang
belum menyadari manfaat dan pentingnya menimba ilmu sampai ke perguruan tinggi,” jelas Syamsul.
Selengkapnya..

Gubsu : Karang Taruna Pilar Kekuatan Masyarakat

2010-01-12

Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan pilar kekuatan masyarakat berperan langsung sebagai insan-insan pembangunan baik di desa maupun kelurahan dan Karang Taruna harus terus mengikuti dinamika perkembangan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dengan jernih dan memakai akal sehat.

Penegasan ini disampaikan Gubsu H Syamsul Arifin SE dalam sambutannya dibacakan Asisten III Setdaprovsu Drs H Asrin Naim pada pencanangan Bulan Bakti Karang Taruna Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Selasa (29/12) di Aula Martabe Kantor Gubsu.

Dihadapan Ribuan warga Karang Taruna Sumut yang memenuhi aula Martabe tersebut Gubsu lebih lanjut mengatakan keberadaan Karang Taruna merupakan salah satu wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda sebagai organisasi sosial kepemudaan yang tumbuh dan berkembang dari, oleh dan untuk masyarakat.

“ Sebagai organisasi sosial yang berada pada tingkat desa atau keluarahan Karang Taruna harus mampu menjadi ujung tombak dan garda terdepan dalam pembangunan kesejahteraan social,” tegasnya

Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Karang Taruna Sumut, Dinas Kominfo dan PT XL Axiata Tbk dalam memuluskan program Karang Taruna untuk membangun pengetahuan komunikasi dan telekomunikasi di masyarakat pedesaan dalam Program Desa Melek Informasi.
Selengkapnya..

Musibah Gempa Bumi yang Sering Melanda Bangsa Ini

2009-10-11

Belum pupus dalam ingatan kita, peristiwa bencana tsunami dan gempa bumi yang acap kali terjadi di negeri ini, memang secara geografis, Indonesia adalah negara yang rawan gempa. Guru mengaji sering menyebut bahwa gempa bumi adalah salah satu kiamat kecil dan bagi orang- orang yang langsung mengalaminya, bencana gempa dan tsunami memang sudah seperti hari kiamat.

Gempa dan tsunami banyak menelan korban jiwa dan harta dan celakannya gempa adalah salah satu bencana yang sangat sulit diperkirakan kapan akan terjadi dan besarannya pun sulit diperkirakan. Ada yang perlu kita lakukan dalm menghadapi gempa dan tsunami. sederhana saja atau bahkan malah sepele. Tapi jangan pernah menyepelekan sebelu dan sesudah kejadian.

Gempa bumi yang belum lama ini terjadi, seperti gempa bumi di Padang, banyak sekali menelan korban jiwa, dengan begitu dahsyatnya gempa tersebut memporak porandakan bangunan dan jalan yangada di seantero Sumaterab Barat. Tidak terkecuali gempa juga terasa di Sumatera Utara dan sekitarnya, bahkan sampai ke Malaysia dan Singapura.

Gempa merupakan fenomena dan gejala alam yang memang pasti akan terjadi karena itulah siklus alam, dan kita tidak dapat menghindar dari bencana tersebut. Allah selalu menegur siapa saja yang Dia kehendaki. Teguran itu adalah merupakan perwujudan kasih sayang Allah kepada mahluknya, namun terkadang hamba Allah ini tidak memperhatikan teguran dan bahkan melupakan teguran tersebut. Belum lepas dari ingatan kita bagaimana gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh, yan banyak menelan korban jiwa, begitu pula gempa yan terjadi di Nias, Jawa Barat dan bahkan sampai terasa di Jakarta. Manusia sebagai maluk yang lemah, sudah sepatutnya untukberintrospeksi dan mengoreksi diri, apakah dalam menghadapi hidup ini sudah dalam kaidah dan norma yang tepat atau bahkan malah sebaliknya, mari kita kembali merujuk Al- Quran dan Sunnah Rasulullah sebagai cerminan hidup untuk hidup bahagia di dunia dan akhirat kelak.